Drs. H. Azharuddin, M.Sy - Kuota Diklat Kemenag Lotim Masih Kurang
Dikirim oleh kemenag 04-12-2019
blog image

Rabu, 4 Desember 2019. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur hari ini diadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) di Lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. FGD AKD yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Denpasar ini khusus menurunkan tim dari Pulau Dewata untuk menyerap aspirasi pegawai mengenai kebutuhan diklat.

Kegiatan FGD AKD menghadirkan 20 orang ASN yang mewakili berbagai jabatan yaitu Kepala  Seksi, Analis Kepegawaian, Guru dan Kepala dari tingkat RA hingga MAN, Guru SD hingga SMA, Pengawas, Penyuluh, Penghulu dan pranata komputer. Peserta yang terdiri dari berbagai jabatan diharapkan dapat mewakili aspirasi dan kebutuhan dari seluruh elemen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur.

FGD diawali dengan pembukaan oleh Ibu Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hj. Baiq Isniarti, S.Ap. dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, Drs. H. Azharuddin, M.Sy. beliau menyampaikan bahwa menyambut baik kegiatan ini agar dapat diketahui secara nyata kebutuhan diklat di Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur. Selama ini beliau merasa kuota panggilan diklat untuk Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur sangatlah kurang, jika dibandingkan dengan kabupaten lain yang jumlah masyarakat serta pegawainya tidak sebanyak Lombok Timur. Beliau berharap hal semacam ini menjadi perhatian Balai Diklat, karena adil tidak harus sama tapi memperhatikan tingkat kebutuhan.Bapak Drs. H. Azharuddin, M.Sy. juga menyampaikan bahwa saat ini tuntutan pelayanan masyarakat terus berubah mengikuti perkembangan jaman sehingga kualitas ASN pun harus terus ditingkatkan agar dapat memberikan pelayanan terbaik.

Usai sambutan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, kegiatan FGD dilanjutkan dengan pembagian kuisioner kepada para peserta yang berisi daftar isian jenis diklat dan peserta diharapkan memilih 10 dari semua jenis diklat yang tersedia yang dianggap paling penting sesusi jabatannya. Selelah mengisi kuisioner peserta dipantu oleh tim dari BDK membetuk kelompok untuk melakukan diskusi mengenai kebutuhan diklat. (Laras)

Baca Juga