Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur Periode 2019-2024
Dikirim oleh 19-09-2019
blog image

Selong, 12 September 2019. Panitia Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur mengadakan seleksi calon pimpinan BAZNAS Kabupaten Lombok Timur periode 2019-2024. Panitia seleksi merancang tes dalam dua kategori, yaitu tes tulis dan presentasi makalah atau wawancara. Untuk tes tulis sendiri diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 11 September 2019, kemudian disusul dengan presentasi makalah yakni hari Kamis, 12 September 2019 yang bertempat di ruang aula kantor BAZNAS Lombk Timur. 

Kementerian Agama Lombok Timur yang bertugas menaungi segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan di Kabupaten Lombok Timur. Bapak Drs. H. Azharuddin, M.Sy selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Timur pun hadir bersama keempat orang penguji lainnya guna memberikan penilaian kepada masing-masing calon. Menurut informasi, jumlah kandidat yang mengikuti seleksi calon pimpinan BAZNAS Lombok Timur yaitu sebanyak 24 (dua puluh empat) orang calon. 

Berdasarkan penilaian Bapak Drs. H. Azharuddin, M.Sy, hampir semua kandidat mengalami permasalahan dalam penulian makalah. Sebagian besarnya tidak mengikuti penulisan makalah yang sesuai dengan kaidah. Beliau berharap, supaya untuk ke depannya masing-masing kandidat lebih memperhatikan kaidah penulisan makalah yang berlaku. Hal tersebut memang sangat penting, mengingat bahwa tehnik penulisan makalah juga merupakan salah satu kriteria penilaian yang sangat diutamakan.

Dari sekian kandidat yang tampil, ada salah satu kandidat yang mampu mencuri perhatian para dewan penguji. Hal tersebut dikarenakan pemilihan judul makalah yang dianggap sangat menarik. Adalah Bapak H. Joko yang mengangkat judul "Mengubah Mustahiq Menjadi Muzakki".

Seleksi yang dimulai dari pukul 14.00-18.30 WITA tersebut berjalan dengan lancar, meskipun sempat ada salah satu kandidat yang beradu argumen dengan salah satu penguji. Namun, hal itu justru menjadikan tes presentasi makalah di hari pertama tersebut menjadi semakin menarik untuk diikuti. Semua kandidat berusaha memaparkan visi dan misinya dalam waktu masing-masing 7 (tujuh) menit. Waktu yang diberikan oleh panitia harus dapat dipergunakan sebaik mungkin. Begitu adzan ashar dikumandangkan, kelima dewan penguji dan para kandidat melaksanakan shalat kemdudian istrahat sejenak. Tes wawancara dilanjutkan beberapa menit kemudian. (ALQ)

Baca Juga